Selasa, 06 Desember 2016

Penerapan Sistem Informasi pada bidang Penerbitan

Penerapan teknologi informasi pada masa sekarang tidak hanya diperuntukkan bagi organisasi, melainkan juga untuk kebutuhan perseorangan.Bagi organisasi, teknologi informasi dapat digunakan untuk mencapai keunggulan kompetitif, sedangkan bagi perseorangan maka teknologi dapat digunakan untuk mencapai keunggulan pribadi, termasuk untuk mencari pekerjaan.
Berbagai perusahaan industri, baik yang bergerak dalam sektor retail maupun jasa, telah memanfaatkan teknologi komputer untuk  menghasilkan  informasi yang akan digunakan. Sebagai dasar dalam pengambilan keputusan-keputusan penting.Perusahaan-perusahaan industri tersebut terus berkembang dengan pesat dengan berbagai inovasi dalam penerapan teknologi komputer penghasil informasi yang selanjutnya disebut teknologi informasi (TI).

Penerapan ini juga dilakukan oleh industri Penerbitan dan Percetakan. Dalam hal ini, sistem teknologi informasi sangat membantu industri dalam kedua bidang tersebut karena mempermudah dan mempeercepat proses kerja.

LANDASAN TEORI

2.1  Teori Sistem Informatika
1). Sistem
( Robert G. Murdick, Sistem Informasi untuk Manajemen Modern hal.6 ) menyatakan bahwa Sistem dapat dijelaskan dengan sederhana sebagai seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan lainnya untuk suatu tujuan bersama.
2). Informasi
            ( Robert G. Murdick, Sistem Informasi untuk Manajmen Modern, hal. 6 ), data harus dibedakan dari informasi, dan perbedaan ini jelas serta penting untuk maksud kita. Data adalah fakta dan angka yang tidak sedang digunakan pada proses keputusan, dan biasanya berbentuk catatan historis yang dicatat dan diarsipkan tanpa maksud untuk segera diambil kembali untuk pengambilan keputusan. Sebagai contoh dapat berupa sebuah dokumen penunjang, buku besar, dan sebagainya yang terdiri dari material sumber untuk perhitungan rugi laba.Materi serupa itu hanya merupakan perhatian historis bagi auditor luar.
            ( Robert G. Murdick, Sistem Informasi untuk Manajemen Modern, hal.6 ), menyatakan bahwa Informasi terdiri dari data yang telah diambil kembali, diolah, atau sebaliknya digunakan untuk tujuan informatif atau kesimpulan, argumentasi, atau sebagai dasar untuk peramalan atau pengambilan keputusan. Suatu contoh disini dapat juga berupa sebuah dokumen penunjang yang telah disebutkan, tetapi dalam hal ini data dapat digunakan oleh auditor intern, departemen pelayanan manajemen dari auditor luar, atau manajemen intern untuk perencanaan keuntungan dan pengendalian atau untuk tujuan pengambilan keputusan lainnya.




2.2  Teori Penerbitan
Teori Penerbitan
     Teori penerbitan adalah semua benda tercetak berisi tulisan atau karangan, kumpulan foto atau reproduksi karya-karya gambar lainnya, yang mempunyai nilai berita penerangan, ilmu pengetahuan, dan hiburan. Penerbitan dari asal kata terbit, juga dikenal dengan istilah publikasi, yaitu media tercetak buku, brosur atau boklet, pamflet atau poster, majalah dan surat kabar. Penerbitan dapat dibagi dalam 2 jenis yaitu penerbitan khusus dan penerbitan pers.
     Segala bentuk penerbitan dapat diselenggarakan secara tetap (reguler) dan tidak tetap. Pada umumnya penerbitan khusus seperti buku, brosur atau pamflet, baik yang berbentuk suplemen atau sisipan suatu majalan dan surat kabar maupun secara lepas, merupakan penerbitan tidak tetap.
     Dalam buku, suatu penerbitan perusahaan swasta atau pemerintah yang komersial akan mencetak satu judul sebanyak, misalnya, 3.000 eksemplar dan menunggu selama jumlah bulan atau beberapa tahun sampai sebagian terjualselama memutuskan untuk melakukan cetak ulang sebanyak jumlah edisi pertama atau pun lebih. Penerbitan buku, brosur atau pamflet yang diselenggarakan oleh kantor-kantor pemerintah biasanya tidak dijual melainkan diedarkan secara gratis.
     Penerbitan pers adalah media tercetak bersifat umum yang teratur waktu terbitnya, setiap hari atau setiap minggu, berisi berita, ulasan, berbagai macam karangan dan gambar.Menurut Undang-Undang No.11 Tahun 1966 tentang Ketentuan Ketentuan Pokok Pers, penerbitan berkala dan siaran radio, televisi, instansi pemerintah, badan umum dan badan swasta lainnya.Surat kabar harian adalah penerbitan setiap hari atau sekurang-kurangnya enam kali seminggu.Penerbitan berkala adalah penerbitan lainnya yang diterbitkan dalam jangka waktu tertentu, atau sekurang-kurangnya tiga bulan sekali.
     Peraturan yang berlaku di Indonesia memberikan engertian terbatas tentang pers, karena tidak mencantumkan media massa seperti radio dan televisi serta berbagai jenis penerbitan lainnya yang di mancanegara juga termasuk dalam kategori penerbitan pers.
     Jenis-jenis penerbitan lain, antara lain, surat kabar dan majalah kampus serta majalah, jurnal dan buletin yang diterbitkan oleh badan-badan pemerintah dan swasta. Di Indonesia, penerbitan-penerbitan tersebut disebut penerbitan khusus, yakni resminya suatu media instansi dan organisasi atau publikasi perusahaan yang beredar secara terbatas dan tidak dipasarkan seperti penerbitan pers.
     Dari sudut perizinan, setiap penerbitan khusus wajib memperoleh Surat Tanda Terdaftar (STT) dari pemerintah, cq. Departemen penerangan, sedangkan penerbitan pers memiliki Surat Izin Perusahaan Penerbitan Pers (SIUPP).



TEORI-TEORI PENERBITAN

AUTHORITARIAN Theory

     Berpijak pada falsafah: membela kekuasaan absolut. Kebenaran dipercayakan hanya pada segelintir orang bijaksana yang mampu memimpin.Posisi negara jauh lebih tinggi dibanding individu.

LIBERTARIAN Theory.
     Berpijak pada falsafah: manusia adalah mahluk rasional yang bisa membedakan baik dan buruk. Pers adalah alat, mitra untuk mencari kebenaran bukan sebagai alat pemerintah (negara).Sebaliknya dalam teori ini pers didorong untuk mengawasi pemerintah.
     Berpijak atas teori ini pula lahir istilah pers sebagai pilar ke empat dalam negara demokrasi, yaitu setelah kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif.Sering dikenal dengan istilah “the fourth estate”. Dasar pemikiran teori ini:
Dalam mencari kebenaran semua gagasan harus memiliki kesempatan yang sama untuk dikembangkan. Sehingga yang benar akan bertahan yang salah akan lenyap.
Self righting process (proses menemukan sendiri kebenaran).
Free market ideas (kebebasan menjual gagasan).


Teori Komunikasi

     Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata latincommunicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama, sama disini adalah sama makna.
     Teori komunikasi adalah satu pandangan dan strategi yang akan membentuk alat dan rangka kerja untuk sesuatu perkara yang hendak dilaksanakan. Dalam proses komunikasi teori akan membina bentuk dan kaidah komunikasi yang hendak dibuat. Melalui penulisan ini pejelasan tentang beberapa teori komunikasi akan dibuat. Terdapat dua aspek utama yang dilihat secara tidak langsung dalam bidang ini sebagai satu bidang pengkajian yang baru.
     Aspek pertama ialah perkembangan dari beberapa sudut atau kejaidian seperti teknologi komunikasi, perindustrian dan politik dunia.Teknologi komunikasi contohnya radio, televisi, telefon, setelit, rangkaian komputer telah menghasilkan ide untuk mengetahui apakah kesan perkembangan teknologi komunikasi terhadap individu, masyarakat dan penduduk disebuah negara.
     Perkembangan politik dunia, memperlihatkah bagaimana kesan politik terhadap publik sehingga menimbulkan propaganda dan pendapat umum.Seterusnya perkembangan perindustrian seperti perminyakan dan perkapalan menuntut betapa perlunya komunikasi yang berkesan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas agar mencapai maksud atau tujuan organisasi tersebut.
      Aspek kedua ialah dari sudut kajian di mana para pelajar berminat untuk mengkaji bidang-bidang yang berkaitan dengan komunikasi seperti mereka yang dari bidang psikologi sosial mengkaji penggunaan teknologi baru terhadap kesan tayangan animasi kepada anak-anak, propaganda dan dinamik kelompok.
     penjelasan atas politik dunia seperti menganalisa propaganda Nazi yang mampu mempengaruhi pendengar sehingga mereka patuh dan bersatu. Selanjutnya kajian awal penyelidik atas perindustrian yang pada separuh abad ke-20 tertuju kepada memenuhi keinginan sektor pemasaran untuk mengetahui komunikasi dengan lebih dekat setelah pengiklanan menunjukan kepentingannya.Oleh karena itu, bidang komunikasi mengambil langkah dan maju kedepan setelah berlakunya pengembangan dari sudut teknologi komunikasi, perindustrian dan politik dunia serta kajian-kajian yang telah dilakukan.
     Sehingga bidang komunikasi menjadi bidang pengkajian yang baru dan mula diminati oleh banyak orang.Namun, bidang yang menjadi asas kepada bidang komunikasi ialah bidang-bidang sains sosial seperti sosiologi, pendidikan, psikologi sosial, pengurusan, antropologi dan psikologi. Pengertian mengenai ilmu komunikasi, pada dasarnya mempunyai ciri yang sama dengan pengertian ilmu secara umum. Yang membedakan adalah objek kajiannya, di mana perhatian dan telah difokuskan pada peristiwa-peristiwa komunikasi antar manusia.
      Mengenai hal itu Berger & Chafee (1987) menyatakan bahwa Ilmu komunikasi adalah suatu pengamatan terhadap produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang melalui pengembangan teori-teori yang dapat diuji dan digeneralisasikan dengan tujuan menjelaskan fenomena yang berkaitan dengan produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang.
Jenis – Jenis Komunikasi
Komunikasi lisan
     komunikasi lisan secara langsung adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang saling bertatap muka secara langsung dan tidak ada jarak atau peralatan yang membatasi mereka. lisan ini terjadi pada saat dua orang atau lebih saling berbicara/ berdialog, pada saat wawancara, rapat, berpidato.
     komunikasi lisan yang tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantara alat seperti telepon, handphone, VoIP, dan lain sebagainya karena adanya jarak dengan si pembicara dengan lawan bicara.
Komunikasi tulisan
     komunikasi tulisan adalah komunikasi yang di lakukan dengan perantaraan tulisan tanpa adanya pembicaraan secara langsung dengan menggunakan bahasa yang singkat, jelas, dan dapat dimengerti oleh penerima. Komunikasi tulisan dapat berupa surat-menyurat, sms, surat elektronik, dan lain sebagainya.
     komunikasi tulisan juga dapat melalui naskah-naskah yang menyampaikan informasi untuk masyarakat umum dengan isi naskah yang kompleks dan lengkap seperti surat kabar, majalah, buku-buku, dan foto pun dapat menyampaikan suatu komunikasi secara lisan namun tanpa kata-kata. Begitu pula dengan spanduk, iklan, dan lain sebagainya.




2.1  Teori Percetakan


Artikel mengenai Teori Dasar Percetakan (Mesin Grafika) ini bersumber dari naskah yang lama, tetapi masih relevan dengan kondisi dunia percetakan (dunia grafika) untuk saat ini, walaupun mungkin sudah ada perubahan atau penambahan dalam teori-teori yang baru seiring dengan pertumbuhan pesat dunia percetakan khususnya serta dunia grafika pada umumnya. Baiklah kita akan mulai saja artikelnya.

Mesin Grafika dibagi atas 3 (tiga) bagian:

I. Mesin Repro

Mesin Repro terdiri dari:

1. Mesin untuk membuat naskah atau image.
Contoh: komputer dan printer.
2. Mesin untuk membuat film.
Contoh: kamera, scanner, single setter, dan processor film.
3. Mesin untuk membuat plate.
Contoh: plate maker dan processor plate.

II. Mesin Printing/Cetak
Mesin cetak secara garis besar dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

1. Feeder (input)
2. Unit Printing

1. Feeder (input)
Adalah bagian yang berfungsi untuk mentranformasikan kertas yang akan dicetak satu persatu ke unit printing. Berdasarkan alat atau komponen yang digunakan, sistem ini dibagi menjadi 2 macam, yaitu:

A. Sistem Angin.
Sistem ini menggunakan kompressor/vacuum untuk menghisap kertas melalui pipa penghisap yang berada di atas tumpukan kertas yang akan dicetak, sehingga kertas dapat ditransfer menuju unit printing melalui meja feeder. Sistem angin seperti ini juga dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

A.1. Sistem Universal Feeder
Adalah suatu sistem dimana kertas dihisap satu persatu, dimana setelah kertas yang dihisap dan ditransfortasikan berada di meja feeder seluruhnya, barulah yang kedua dihisap lagi dan seterusnya.

A.2. Sistem Streem Feeder
Adalah suatu sistem dimana kertas dihisap secara satu persatu, dimana pada saat setengah bagian dari kertas sudah mencapai meja feeder, maka kertas kedua mulai dihisap lagi dan seterusnya.

B. Sistem Rol Karet
Sistem ini menggunakan rol karet yang berputar ke arah unit printing (biasanya mesin yang menggunakan sistem ini tidak memiliki meja feeder). Rol karet akan berputar di atas tumpukan kertas yang akan dicetak sehingga pada saat kertas bersinggungan dengan rol karet (saat operator mengaktifkan tuas untuk mencetak), maka kertas akan ditarik oleh rol tersebut menuju unit printing.

2. Unit Printing

A. Cylinder Plate
Rol yang melekat pada cylinder plate dinamakan sebagai form roller yang dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

1. Ink Form Roller:
Rol tinta yang bersinggungan dengan plate cylinder.
2. Water Form Roller:
Rol air yang bersinggungan dengan cylinder plate.

B. Cylinder Blanket
Berfungsi untuk menerima image yang berada di plate, dan mentransfer image tersebut ke atas kertas yang akan dicetak.

C. Cylinder Impression
Digunakan sebagai penahan kertas pada saat kertas dicetak (masuk diantara cylinder blanket dan cylinder impression sehingga pemindahan image dari blanket ke kertas dapat mencapai hasil yang sempurna).

3. Output.

A. System Chute
Kertas yang telah selesai dicetak keluar dan ditampung di atas tray yang telah tersedia.

B. System Chain Delivery Rantai
Kertas yang telah selesai dicetak dijepit oleh gripper delivery dan disusun satu persatu di atas tray yang telah tersedia.


III. Mesin Finishing

Mesin-mesin finishing diantaranya:

1. Mesin Potong.
Digunakan untuk memotong kertas ke ukuran yang dikehendaki pada saat sebelum dan setelah selesai proses cetak.

2. Mesin Potong 3 sisi
Digunakan untuk memotong kertas yang telah selesai dicetak dan dirangkai menjadi buku sebanyak 3 sisi sekali potongan. Mesin potong seperti ini lebih efisien dalam perhitungan waktu dibandingkan dengan mesin potong biasa.

3. Mesin Book Binding
Digunakan untuk melekatkan cover buku dengan isi buku (halaman) secara otomatis dengan menggunakan lem panas, dimana lem tersebut harus dipanaskan dulu sebelumnya. Lem panas tersebut cepat kering (sekitar kurang lebih 20 detik) sehingga bisa langsung menjadi sebuah buku.

4. Mesin Lipat
Digunakan untuk melipat kertas yang telah selesai dicetak, dan terbagi atas 2 tipe:

1. Mesin Lipat Dua mata (2 kali lipatan).
Biasa digunakan untuk melipat brosur atau majalah ukuran besar.

2. Mesin Lipat Empat mata (empat kali lipatan).
Biasa digunakan untuk buku-buku pelajaran, buku untuk umum, dan sejenisnya.

5. Mesin Nomerator
Biasanya mesin/alat ini menjadi satu dengan mesin cetak, dimana alat ini (numbering unit)digunakan untuk menomeri cetakan-cetakan yang memerlukan nomer seri/urut, misalnya: Nota/bon/faktur, karcis/tiket, dan sebagainya.

6. Mesin Cacah (Perporasi)
Digunakan sebagai alat untuk membuat lubang-lubang kecil yang membentuk garis pada hasil cetakan dengan tujuan untuk mempermudah penyobekan.

7. Mesin Pond
Digunakan sebagai alat untuk memotong dan membuat rel berdasarkan motif bentuk yang akan dibuat. Biasanya digunakan pada kartu undangan, kartu ucapan, berbagai macam bentuk dus/kemasan, dan sebagainya.

8. Mesin Foleder Gluer (Lipat dan Lem)
Digunakan untuk melipat hasil dari cetakan sesudah turun dari mesin Pond menjadi bentuk kotak (biasanya) dan dilem pada satu sisinya. Mesin ini biasa digunakan pada industri packaging. Contohnya: dus obat, dus pasta gigi, dus gelas, dan lain-lain.

9. Mesin Jahit Kawat dan Benang.
Digunakan untuk menjilid bagian tengah daripada buku dengan menggunakan kawat atau benang. Misalnya: agenda, buku-buku, dan sebagainya.

10. Mesin Polymas
Digunakan untuk mentransfer hasil cetak dengan cara dipress dan dipanaskan dengan menggunakan kertas tinta emas berbagai warna. Sebelum dipress, harus dibuatkan pola motif dengan cetakannya (matres) berbentuk lempengan. Contohnya penggunaan pada kartu undangan, kartu nama, sertifikat, ijazah, dan lain-lain.

PROFIL PERUSAHAAN

A.    Penerbit
Nama Perusahaan       : GagasMedia
Alamat                        : Jl. H. Montong No. 57, Ciganjur, Jagakarsa, Daerah Khusus                                                  Ibukota Jakarta 12630
Telepon                       : (021) 78883030
Provinsi                       : Jakarta
Sejarah                        :
GagasMedia adalah penerbit nasional di Indonesia. Didirikan pada tanggal 4 Juli 2003 oleh FX Rudy Gunawan, Anthonius Riyanto, Moammar Emka, Hikmat Kurnia, dan Andi Dominicus, GagasMedia memilih target pasar remaja hingga dewasa muda. Buku-buku terbitan GagasMedia cenderung chicklit dan teenlit yang fokusnya percintaan dan kehidupan rumah tangga.Namun, GagasMedia juga beberapa kali menerbitkan novel komedi, thriller, fantasi, sastra kontemporer, selama masih sesuai dengan segmen yang dibidik.GagasMedia juga menerbitkan buku-buku nonfiksi bergaya guide, how to, filosofi populer, dan sebagainya.
Sebagai penerbit, GagasMedia berkepentingan untuk menjaring penulis-penulis muda. Komitmen itu diwujudkan melalui berbagai bentuk pelatihan menulis: mulai dari bengkel penulisan, workshop penulisan, kelas menulis kreatif, hingga pemberian beasiswa sekolah menulis. GagasMedia beberapa kali bekerja sama dengan IKAPI(Ikatan Penerbit Indonesia) untuk menerbitkan karya-karya peserta.Mereka percaya, ini merupakan salah satu cara menambah jumlah judul buku yang terbit di Indonesia.



B.    Percetakan
Nama Perusahaan       : PT. Gramedia Printing
Alamat                        : Jl. Palmerah Selatan 22-28 Jakarta 10270
Telepon                       : +62 21 548 3008
Provinsi                       : Jakarta
Sejarah                        :
PT. Gramedia Printing didirikan pada tahun 1972, merupakan salah satu bisnis unit Kompas Gramedia yang bergerak di bidang layanan jasa cetak Koran, Tabloid, Buku, Majalah, Material Promosi dan Paper Packaging.
Pada awalnya, harian Kompas yang terbit sejak 28 Juni 1965 masih dicetak di percetakan lain sehingga sering mengalami keterlambatan terbit. Atas inisiatif dari pendiri Kompas Gramedia: Bpk. P.K. Ojong dan Bpk. Jakob Oetama, pada tahun 1972 didirikan percetakan PT. Gramedia Printing untuk mencetak sendiri harian Kompas.
Seiring dengan perkembangan dari penerbit-penerbit Kompas Gramedia, produk yang dihasilkan oleh PT. Gramedia Printing juga semakin bertambah.
Melihat pertumbuhan pembaca harian Kompas di luar Jakarta yang makin bertambah dan ingin lebih cepat membaca korannya, sirkulasi harian Kompas ke daerah yang selama ini semuanya dikirim dari Jakarta perlu dipercepat. Pada tahun 1997, PT. Gramedia Printing mengembangkan teknologi Cetak Jarak Jauh (CJJ) yang memungkinkan harian Kompas dicetak di beberapa daerah pada waktu yang sama.
PT. Gramedia Printing yang pada awalnya hanya 1 percetakan di Jakarta, mulai mendirikan beberapa percetakan di daerah. Hingga saat ini ada 8 percetakan yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia,
Dengan demikian, nama PT. Gramedia Printing juga dikenal dengan PT. Gramedia Printing Group, grup percetakan dengan jaringan Terluas dan Terbesar di Indonesia. Pada tahun 2004 didirikan PT. Gramedia Cikarang Plant khusus untuk Commercial Printing yaitu mencetak produk Majalah dan Buku berwarna dengan kualitas tinggi. Salah satu produk yang pertama kali dicetak yaitu National Geographic Indonesia.



PEMBAHASAN

Pengarang/Penulis > Penerbit > Percetakan


Dalam penerbitan dan percetakan, sistem informasi sangat diperlukan demi menghasilkan produk akhir. Prosedur kerja dimulai dari pengarang yang memberikan naskah kepada penerbit lalu penerbit menyeleksi dan mengedit naskah tersebut serta membuat model dummy dari naskah yang akan dijadikan buku. Setelah itu penerbit memberikan dummy kepada percetakan untuk digandakan, lalu percetakan mencetak secara massal naskah yang sudah dijadikan buku dan mengirim ke penerbit untuk di distribusikan.
Dalam prosedur kerja diatas dapat kita ketahui bahwa sistem informasi sudah tertanam. Pengarang, penerbit dan percetakan adalah orang atau SDM yang mengolah informasi berupa naskah dari pengarang, spesifikasi dummy dari penerbit dan perwajahan dari percetakan menggunakan teknologi informasi seperti komputer, compact disk, dll. Dan tujuan akirnya adalah memproduksi buku atau produk penerbitan lainnya.



KESIMPULAN
            Dapat kita simpulkan dari artikel diatas, bahwa perusahaan penerbitan sudah sangat banyak dan pesaingan juga semakin ketat. Seperti contohnya penerbit GagasMedia yang ikut meramaikan, didunia penerbitan, membuat suatu buku dengan target remaja sampai dengan dewasa muda. Selain itu setiap penerbit juga menerapkan teori-teori penerbitan, yaitu: AUTHORITARIAN Theory dan LIBERTARIAN Theory. Dan pula menerapkan teori percetakan, menjelaskan tentang bagaimana cara mencetak, dan alat-alat apa saja yang harus ada dalam proses mencetak.
            Dan juga menerapkan teori-teori sistem informatika, yang dikemukakan beberapa ahli seperti Robert G. Murdick, yang menyatakan bahwa sistem dapatdijelaskandengansederhanasebagaiseperangkatelemen yang digabungkansatudenganlainnyauntuksuatutujuanbersama. Beliau pula menyatakan informasiterdiridari data yang telahdiambilkembali, diolah, atausebaliknyadigunakanuntuktujuaninformatifataukesimpulan, argumentasi, atausebagaidasaruntukperamalanataupengambilankeputusan.



 SUMBER
Situs resmi GagasMedia, http://gagasmedia.net, diakses terakhir 20 November 2016