Penerapan teknologi informasi pada
masa sekarang tidak hanya diperuntukkan bagi organisasi, melainkan juga untuk
kebutuhan perseorangan.Bagi organisasi, teknologi informasi dapat digunakan
untuk mencapai keunggulan kompetitif, sedangkan bagi perseorangan maka
teknologi dapat digunakan untuk mencapai keunggulan pribadi, termasuk untuk
mencari pekerjaan.
Berbagai perusahaan industri, baik
yang bergerak dalam sektor retail maupun jasa, telah memanfaatkan teknologi
komputer untuk menghasilkan informasi yang akan digunakan. Sebagai
dasar dalam pengambilan keputusan-keputusan penting.Perusahaan-perusahaan
industri tersebut terus berkembang dengan pesat dengan berbagai inovasi dalam
penerapan teknologi komputer penghasil informasi yang selanjutnya disebut
teknologi informasi (TI).
Penerapan ini juga dilakukan oleh
industri Penerbitan dan Percetakan. Dalam hal ini, sistem teknologi informasi
sangat membantu industri dalam kedua bidang tersebut karena mempermudah dan
mempeercepat proses kerja.
LANDASAN TEORI
2.1 Teori
Sistem Informatika
1). Sistem
( Robert G. Murdick, Sistem Informasi
untuk Manajemen Modern hal.6 ) menyatakan bahwa Sistem dapat dijelaskan
dengan sederhana sebagai seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan
lainnya untuk suatu tujuan bersama.
2). Informasi
(
Robert G. Murdick, Sistem Informasi untuk Manajmen Modern, hal. 6 ), data harus
dibedakan dari informasi, dan perbedaan ini jelas serta penting untuk maksud
kita. Data adalah fakta dan angka yang tidak sedang digunakan pada proses
keputusan, dan biasanya berbentuk catatan historis yang dicatat dan diarsipkan
tanpa maksud untuk segera diambil kembali untuk pengambilan keputusan. Sebagai
contoh dapat berupa sebuah dokumen penunjang, buku besar, dan sebagainya yang
terdiri dari material sumber untuk perhitungan rugi laba.Materi serupa itu
hanya merupakan perhatian historis bagi auditor luar.
(
Robert G. Murdick, Sistem Informasi untuk Manajemen Modern, hal.6 ), menyatakan
bahwa Informasi terdiri dari data yang telah diambil kembali, diolah, atau
sebaliknya digunakan untuk tujuan informatif atau kesimpulan, argumentasi, atau
sebagai dasar untuk peramalan atau pengambilan keputusan. Suatu contoh disini
dapat juga berupa sebuah dokumen penunjang yang telah disebutkan, tetapi dalam
hal ini data dapat digunakan oleh auditor intern, departemen pelayanan
manajemen dari auditor luar, atau manajemen intern untuk perencanaan keuntungan
dan pengendalian atau untuk tujuan pengambilan keputusan lainnya.
2.2 Teori
Penerbitan
Teori Penerbitan
Teori
penerbitan adalah semua benda tercetak berisi tulisan atau karangan, kumpulan
foto atau reproduksi karya-karya gambar lainnya, yang mempunyai nilai berita
penerangan, ilmu pengetahuan, dan hiburan. Penerbitan dari asal kata terbit,
juga dikenal dengan istilah publikasi, yaitu media tercetak buku, brosur atau
boklet, pamflet atau poster, majalah dan surat kabar. Penerbitan dapat dibagi
dalam 2 jenis yaitu penerbitan khusus dan penerbitan pers.
Segala bentuk
penerbitan dapat diselenggarakan secara tetap (reguler) dan tidak tetap. Pada
umumnya penerbitan khusus seperti buku, brosur atau pamflet, baik yang
berbentuk suplemen atau sisipan suatu majalan dan surat kabar maupun secara
lepas, merupakan penerbitan tidak tetap.
Dalam buku,
suatu penerbitan perusahaan swasta atau pemerintah yang komersial akan mencetak
satu judul sebanyak, misalnya, 3.000 eksemplar dan menunggu selama jumlah bulan
atau beberapa tahun sampai sebagian terjualselama memutuskan untuk melakukan
cetak ulang sebanyak jumlah edisi pertama atau pun lebih. Penerbitan buku,
brosur atau pamflet yang diselenggarakan oleh kantor-kantor pemerintah biasanya
tidak dijual melainkan diedarkan secara gratis.
Penerbitan pers
adalah media tercetak bersifat umum yang teratur waktu terbitnya, setiap hari
atau setiap minggu, berisi berita, ulasan, berbagai macam karangan dan
gambar.Menurut Undang-Undang No.11 Tahun 1966 tentang Ketentuan
Ketentuan Pokok Pers, penerbitan berkala dan siaran radio, televisi, instansi
pemerintah, badan umum dan badan swasta lainnya.Surat kabar harian adalah
penerbitan setiap hari atau sekurang-kurangnya enam kali seminggu.Penerbitan
berkala adalah penerbitan lainnya yang diterbitkan dalam jangka waktu tertentu,
atau sekurang-kurangnya tiga bulan sekali.
Peraturan yang
berlaku di Indonesia memberikan engertian terbatas tentang pers, karena tidak
mencantumkan media massa seperti radio dan televisi serta berbagai jenis
penerbitan lainnya yang di mancanegara juga termasuk dalam kategori penerbitan
pers.
Jenis-jenis
penerbitan lain, antara lain, surat kabar dan majalah kampus serta majalah,
jurnal dan buletin yang diterbitkan oleh badan-badan pemerintah dan swasta. Di
Indonesia, penerbitan-penerbitan tersebut disebut penerbitan khusus, yakni
resminya suatu media instansi dan organisasi atau publikasi perusahaan yang
beredar secara terbatas dan tidak dipasarkan seperti penerbitan pers.
Dari sudut
perizinan, setiap penerbitan khusus wajib memperoleh Surat Tanda Terdaftar
(STT) dari pemerintah, cq. Departemen penerangan, sedangkan penerbitan pers
memiliki Surat Izin Perusahaan Penerbitan Pers (SIUPP).
TEORI-TEORI PENERBITAN
AUTHORITARIAN Theory
Berpijak pada
falsafah: membela kekuasaan absolut. Kebenaran dipercayakan hanya pada
segelintir orang bijaksana yang mampu memimpin.Posisi negara jauh lebih tinggi
dibanding individu.
LIBERTARIAN Theory.
Berpijak pada
falsafah: manusia adalah mahluk rasional yang bisa membedakan baik dan buruk.
Pers adalah alat, mitra untuk mencari kebenaran bukan sebagai alat pemerintah
(negara).Sebaliknya dalam teori ini pers didorong untuk mengawasi pemerintah.
Berpijak atas
teori ini pula lahir istilah pers sebagai pilar ke empat dalam negara
demokrasi, yaitu setelah kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif.Sering
dikenal dengan istilah “the fourth estate”. Dasar pemikiran teori ini:
Dalam mencari kebenaran semua gagasan
harus memiliki kesempatan yang sama untuk dikembangkan. Sehingga yang benar
akan bertahan yang salah akan lenyap.
Self righting process (proses menemukan
sendiri kebenaran).
Free market ideas (kebebasan menjual
gagasan).
Teori Komunikasi
Istilah
komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari
kata latincommunicatio, dan bersumber dari kata communis yang
berarti sama, sama disini adalah sama makna.
Teori komunikasi adalah
satu pandangan dan strategi yang akan membentuk alat dan rangka kerja
untuk sesuatu perkara yang hendak dilaksanakan.
Dalam proses komunikasi teori akan membina bentuk dan
kaidah komunikasi yang hendak dibuat. Melalui penulisan ini pejelasan tentang
beberapa teori komunikasi akan dibuat. Terdapat dua aspek utama yang dilihat
secara tidak langsung dalam bidang ini sebagai satu bidang pengkajian yang
baru.
Aspek pertama
ialah perkembangan dari beberapa sudut atau kejaidian seperti teknologi
komunikasi, perindustrian dan politik dunia.Teknologi komunikasi contohnya
radio, televisi, telefon, setelit, rangkaian komputer telah menghasilkan ide
untuk mengetahui apakah kesan perkembangan teknologi komunikasi terhadap
individu, masyarakat dan penduduk disebuah negara.
Perkembangan
politik dunia, memperlihatkah bagaimana kesan politik terhadap publik sehingga
menimbulkan propaganda dan pendapat umum.Seterusnya perkembangan
perindustrian seperti perminyakan dan perkapalan menuntut betapa perlunya
komunikasi yang berkesan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas agar
mencapai maksud atau tujuan organisasi tersebut.
Aspek
kedua ialah dari sudut kajian di mana para pelajar berminat untuk mengkaji
bidang-bidang yang berkaitan dengan komunikasi seperti mereka yang dari bidang
psikologi sosial mengkaji penggunaan teknologi baru terhadap kesan tayangan
animasi kepada anak-anak, propaganda dan dinamik kelompok.
penjelasan atas
politik dunia seperti menganalisa propaganda Nazi yang mampu mempengaruhi
pendengar sehingga mereka patuh dan bersatu. Selanjutnya kajian awal penyelidik
atas perindustrian yang pada separuh abad ke-20 tertuju kepada memenuhi
keinginan sektor pemasaran untuk mengetahui komunikasi dengan lebih dekat
setelah pengiklanan menunjukan kepentingannya.Oleh karena itu, bidang
komunikasi mengambil langkah dan maju kedepan setelah berlakunya pengembangan
dari sudut teknologi komunikasi, perindustrian dan politik dunia serta
kajian-kajian yang telah dilakukan.
Sehingga bidang
komunikasi menjadi bidang pengkajian yang baru dan mula diminati oleh banyak
orang.Namun, bidang yang menjadi asas kepada bidang komunikasi ialah
bidang-bidang sains sosial seperti sosiologi, pendidikan, psikologi
sosial, pengurusan, antropologi dan psikologi. Pengertian
mengenai ilmu komunikasi, pada dasarnya mempunyai ciri yang sama dengan
pengertian ilmu secara umum. Yang membedakan adalah objek kajiannya, di mana
perhatian dan telah difokuskan pada peristiwa-peristiwa komunikasi antar
manusia.
Mengenai
hal itu Berger & Chafee (1987) menyatakan bahwa Ilmu
komunikasi adalah suatu pengamatan terhadap produksi, proses dan pengaruh dari
sistem-sistem tanda dan lambang melalui pengembangan teori-teori yang dapat
diuji dan digeneralisasikan dengan tujuan menjelaskan fenomena yang berkaitan
dengan produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang.
Jenis – Jenis Komunikasi
Komunikasi lisan
komunikasi
lisan secara langsung adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau
lebih yang saling bertatap muka secara langsung dan tidak ada jarak atau
peralatan yang membatasi mereka. lisan ini terjadi pada saat dua orang
atau lebih saling berbicara/ berdialog, pada saat wawancara, rapat, berpidato.
komunikasi
lisan yang tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantara
alat seperti telepon, handphone, VoIP, dan lain sebagainya karena adanya jarak
dengan si pembicara dengan lawan bicara.
Komunikasi tulisan
komunikasi
tulisan adalah komunikasi yang di lakukan dengan perantaraan tulisan tanpa
adanya pembicaraan secara langsung dengan menggunakan bahasa yang singkat,
jelas, dan dapat dimengerti oleh penerima. Komunikasi tulisan dapat berupa
surat-menyurat, sms, surat elektronik, dan lain sebagainya.
komunikasi
tulisan juga dapat melalui naskah-naskah yang menyampaikan informasi untuk
masyarakat umum dengan isi naskah yang kompleks dan lengkap seperti surat
kabar, majalah, buku-buku, dan foto pun dapat menyampaikan suatu komunikasi
secara lisan namun tanpa kata-kata. Begitu pula dengan spanduk, iklan, dan lain
sebagainya.
2.1 Teori
Percetakan
Artikel mengenai Teori Dasar Percetakan (Mesin Grafika) ini bersumber dari
naskah yang lama, tetapi masih relevan dengan kondisi dunia percetakan (dunia
grafika) untuk saat ini, walaupun mungkin sudah ada perubahan atau penambahan
dalam teori-teori yang baru seiring dengan pertumbuhan pesat dunia percetakan
khususnya serta dunia grafika pada umumnya. Baiklah kita akan mulai saja artikelnya.
Mesin Grafika dibagi atas 3 (tiga) bagian:
I. Mesin Repro
Mesin Repro terdiri dari:
1. Mesin untuk membuat naskah atau image.
Contoh: komputer dan printer.
2. Mesin untuk membuat film.
Contoh: kamera, scanner, single setter, dan processor film.
3. Mesin untuk membuat plate.
Contoh: plate maker dan processor plate.
II. Mesin Printing/Cetak
Mesin cetak secara garis besar dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
1. Feeder (input)
2. Unit Printing
1. Feeder (input)
Adalah bagian yang berfungsi untuk mentranformasikan kertas yang akan dicetak satu persatu ke unit printing. Berdasarkan alat atau komponen yang digunakan, sistem ini dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
A. Sistem Angin.
Sistem ini menggunakan kompressor/vacuum untuk menghisap kertas melalui pipa penghisap yang berada di atas tumpukan kertas yang akan dicetak, sehingga kertas dapat ditransfer menuju unit printing melalui meja feeder. Sistem angin seperti ini juga dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
A.1. Sistem Universal Feeder
Adalah suatu sistem dimana kertas dihisap satu persatu, dimana setelah kertas yang dihisap dan ditransfortasikan berada di meja feeder seluruhnya, barulah yang kedua dihisap lagi dan seterusnya.
A.2. Sistem Streem Feeder
Adalah suatu sistem dimana kertas dihisap secara satu persatu, dimana pada saat setengah bagian dari kertas sudah mencapai meja feeder, maka kertas kedua mulai dihisap lagi dan seterusnya.
B. Sistem Rol Karet
Sistem ini menggunakan rol karet yang berputar ke arah unit printing (biasanya mesin yang menggunakan sistem ini tidak memiliki meja feeder). Rol karet akan berputar di atas tumpukan kertas yang akan dicetak sehingga pada saat kertas bersinggungan dengan rol karet (saat operator mengaktifkan tuas untuk mencetak), maka kertas akan ditarik oleh rol tersebut menuju unit printing.
2. Unit Printing
A. Cylinder Plate
Rol yang melekat pada cylinder plate dinamakan sebagai form roller yang dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
1. Ink Form Roller:
Rol tinta yang bersinggungan dengan plate cylinder.
2. Water Form Roller:
Rol air yang bersinggungan dengan cylinder plate.
B. Cylinder Blanket
Berfungsi untuk menerima image yang berada di plate, dan mentransfer image tersebut ke atas kertas yang akan dicetak.
C. Cylinder Impression
Digunakan sebagai penahan kertas pada saat kertas dicetak (masuk diantara cylinder blanket dan cylinder impression sehingga pemindahan image dari blanket ke kertas dapat mencapai hasil yang sempurna).
3. Output.
A. System Chute
Kertas yang telah selesai dicetak keluar dan ditampung di atas tray yang telah tersedia.
B. System Chain Delivery Rantai
Kertas yang telah selesai dicetak dijepit oleh gripper delivery dan disusun satu persatu di atas tray yang telah tersedia.
III. Mesin Finishing
Mesin-mesin finishing diantaranya:
1. Mesin Potong.
Digunakan untuk memotong kertas ke ukuran yang dikehendaki pada saat sebelum dan setelah selesai proses cetak.
Mesin Grafika dibagi atas 3 (tiga) bagian:
I. Mesin Repro
Mesin Repro terdiri dari:
1. Mesin untuk membuat naskah atau image.
Contoh: komputer dan printer.
2. Mesin untuk membuat film.
Contoh: kamera, scanner, single setter, dan processor film.
3. Mesin untuk membuat plate.
Contoh: plate maker dan processor plate.
II. Mesin Printing/Cetak
Mesin cetak secara garis besar dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
1. Feeder (input)
2. Unit Printing
1. Feeder (input)
Adalah bagian yang berfungsi untuk mentranformasikan kertas yang akan dicetak satu persatu ke unit printing. Berdasarkan alat atau komponen yang digunakan, sistem ini dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
A. Sistem Angin.
Sistem ini menggunakan kompressor/vacuum untuk menghisap kertas melalui pipa penghisap yang berada di atas tumpukan kertas yang akan dicetak, sehingga kertas dapat ditransfer menuju unit printing melalui meja feeder. Sistem angin seperti ini juga dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
A.1. Sistem Universal Feeder
Adalah suatu sistem dimana kertas dihisap satu persatu, dimana setelah kertas yang dihisap dan ditransfortasikan berada di meja feeder seluruhnya, barulah yang kedua dihisap lagi dan seterusnya.
A.2. Sistem Streem Feeder
Adalah suatu sistem dimana kertas dihisap secara satu persatu, dimana pada saat setengah bagian dari kertas sudah mencapai meja feeder, maka kertas kedua mulai dihisap lagi dan seterusnya.
B. Sistem Rol Karet
Sistem ini menggunakan rol karet yang berputar ke arah unit printing (biasanya mesin yang menggunakan sistem ini tidak memiliki meja feeder). Rol karet akan berputar di atas tumpukan kertas yang akan dicetak sehingga pada saat kertas bersinggungan dengan rol karet (saat operator mengaktifkan tuas untuk mencetak), maka kertas akan ditarik oleh rol tersebut menuju unit printing.
2. Unit Printing
A. Cylinder Plate
Rol yang melekat pada cylinder plate dinamakan sebagai form roller yang dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
1. Ink Form Roller:
Rol tinta yang bersinggungan dengan plate cylinder.
2. Water Form Roller:
Rol air yang bersinggungan dengan cylinder plate.
B. Cylinder Blanket
Berfungsi untuk menerima image yang berada di plate, dan mentransfer image tersebut ke atas kertas yang akan dicetak.
C. Cylinder Impression
Digunakan sebagai penahan kertas pada saat kertas dicetak (masuk diantara cylinder blanket dan cylinder impression sehingga pemindahan image dari blanket ke kertas dapat mencapai hasil yang sempurna).
3. Output.
A. System Chute
Kertas yang telah selesai dicetak keluar dan ditampung di atas tray yang telah tersedia.
B. System Chain Delivery Rantai
Kertas yang telah selesai dicetak dijepit oleh gripper delivery dan disusun satu persatu di atas tray yang telah tersedia.
III. Mesin Finishing
Mesin-mesin finishing diantaranya:
1. Mesin Potong.
Digunakan untuk memotong kertas ke ukuran yang dikehendaki pada saat sebelum dan setelah selesai proses cetak.
2. Mesin Potong 3 sisi
Digunakan untuk memotong kertas yang telah selesai dicetak dan dirangkai menjadi buku sebanyak 3 sisi sekali potongan. Mesin potong seperti ini lebih efisien dalam perhitungan waktu dibandingkan dengan mesin potong biasa.
3. Mesin Book Binding
Digunakan untuk melekatkan cover buku dengan isi buku (halaman) secara otomatis dengan menggunakan lem panas, dimana lem tersebut harus dipanaskan dulu sebelumnya. Lem panas tersebut cepat kering (sekitar kurang lebih 20 detik) sehingga bisa langsung menjadi sebuah buku.
4. Mesin Lipat
Digunakan untuk melipat kertas yang telah selesai dicetak, dan terbagi atas 2 tipe:
1. Mesin Lipat Dua mata (2 kali lipatan).
Biasa digunakan untuk melipat brosur atau majalah ukuran besar.
2. Mesin Lipat Empat mata (empat kali lipatan).
Biasa digunakan untuk buku-buku pelajaran, buku untuk umum, dan sejenisnya.
5. Mesin Nomerator
Biasanya mesin/alat ini menjadi satu dengan mesin cetak, dimana alat ini (numbering unit)digunakan untuk menomeri cetakan-cetakan yang memerlukan nomer seri/urut, misalnya: Nota/bon/faktur, karcis/tiket, dan sebagainya.
6. Mesin Cacah (Perporasi)
Digunakan sebagai alat untuk membuat lubang-lubang kecil yang membentuk garis pada hasil cetakan dengan tujuan untuk mempermudah penyobekan.
7. Mesin Pond
Digunakan sebagai alat untuk memotong dan membuat rel berdasarkan motif bentuk yang akan dibuat. Biasanya digunakan pada kartu undangan, kartu ucapan, berbagai macam bentuk dus/kemasan, dan sebagainya.
8. Mesin Foleder Gluer (Lipat dan Lem)
Digunakan untuk melipat hasil dari cetakan sesudah turun dari mesin Pond menjadi bentuk kotak (biasanya) dan dilem pada satu sisinya. Mesin ini biasa digunakan pada industri packaging. Contohnya: dus obat, dus pasta gigi, dus gelas, dan lain-lain.
9. Mesin Jahit Kawat dan Benang.
Digunakan untuk menjilid bagian tengah daripada buku dengan menggunakan kawat atau benang. Misalnya: agenda, buku-buku, dan sebagainya.
10. Mesin Polymas
Digunakan untuk mentransfer hasil cetak dengan cara dipress dan dipanaskan dengan menggunakan kertas tinta emas berbagai warna. Sebelum dipress, harus dibuatkan pola motif dengan cetakannya (matres) berbentuk lempengan. Contohnya penggunaan pada kartu undangan, kartu nama, sertifikat, ijazah, dan lain-lain.
PROFIL PERUSAHAAN
A. Penerbit
Nama
Perusahaan : GagasMedia
Alamat : Jl. H.
Montong No. 57, Ciganjur, Jagakarsa, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12630
Telepon : (021) 78883030
Provinsi : Jakarta
Sejarah :
GagasMedia adalah penerbit nasional di Indonesia.
Didirikan pada tanggal 4 Juli 2003 oleh FX Rudy Gunawan, Anthonius Riyanto,
Moammar Emka, Hikmat Kurnia, dan Andi Dominicus, GagasMedia memilih target
pasar remaja hingga dewasa muda. Buku-buku terbitan GagasMedia cenderung
chicklit dan teenlit yang fokusnya percintaan dan kehidupan rumah tangga.Namun,
GagasMedia juga beberapa kali menerbitkan novel komedi, thriller, fantasi,
sastra kontemporer, selama masih sesuai dengan segmen yang dibidik.GagasMedia
juga menerbitkan buku-buku nonfiksi bergaya guide, how to, filosofi populer,
dan sebagainya.
Sebagai penerbit, GagasMedia berkepentingan untuk
menjaring penulis-penulis muda. Komitmen itu diwujudkan melalui berbagai bentuk
pelatihan menulis: mulai dari bengkel penulisan, workshop penulisan, kelas
menulis kreatif, hingga pemberian beasiswa sekolah menulis. GagasMedia beberapa
kali bekerja sama dengan IKAPI(Ikatan Penerbit Indonesia) untuk menerbitkan
karya-karya peserta.Mereka percaya, ini merupakan salah satu cara menambah
jumlah judul buku yang terbit di Indonesia.
B. Percetakan
Nama Perusahaan : PT.
Gramedia Printing
Alamat : Jl.
Palmerah Selatan 22-28 Jakarta 10270
Telepon : +62 21 548 3008
Provinsi : Jakarta
Sejarah :
PT. Gramedia Printing
didirikan pada tahun 1972,
merupakan salah satu bisnis unit Kompas
Gramedia yang bergerak di bidang layanan jasa cetak Koran, Tabloid, Buku,
Majalah,
Material Promosi dan Paper Packaging. Pada awalnya, harian Kompas yang terbit sejak 28 Juni 1965 masih dicetak di percetakan lain sehingga sering mengalami keterlambatan terbit. Atas inisiatif dari pendiri Kompas Gramedia: Bpk. P.K. Ojong dan Bpk. Jakob Oetama, pada tahun 1972 didirikan percetakan PT. Gramedia Printing untuk mencetak sendiri harian Kompas.
Seiring dengan perkembangan dari penerbit-penerbit Kompas Gramedia, produk yang dihasilkan oleh PT. Gramedia Printing juga semakin bertambah.
Melihat pertumbuhan pembaca harian Kompas di luar Jakarta yang makin
bertambah dan ingin lebih cepat membaca korannya, sirkulasi harian Kompas ke
daerah yang selama ini semuanya dikirim dari Jakarta perlu dipercepat. Pada
tahun 1997, PT. Gramedia Printing mengembangkan teknologi Cetak Jarak Jauh
(CJJ) yang memungkinkan harian Kompas dicetak di beberapa daerah pada waktu
yang sama.
PT. Gramedia Printing yang pada awalnya hanya 1 percetakan di Jakarta,
mulai mendirikan beberapa percetakan di daerah. Hingga saat ini ada 8
percetakan yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia,
Dengan
demikian, nama PT. Gramedia Printing juga dikenal dengan PT. Gramedia
Printing Group, grup percetakan dengan jaringan Terluas dan Terbesar
di Indonesia. Pada tahun 2004
didirikan PT. Gramedia Cikarang Plant khusus untuk Commercial
Printing yaitu mencetak produk Majalah dan Buku berwarna dengan kualitas
tinggi. Salah satu produk yang pertama kali dicetak yaitu National
Geographic Indonesia.
PEMBAHASAN
Pengarang/Penulis > Penerbit > Percetakan
Dalam penerbitan dan percetakan, sistem informasi sangat
diperlukan demi menghasilkan produk akhir. Prosedur kerja dimulai dari
pengarang yang memberikan naskah kepada penerbit lalu penerbit menyeleksi dan
mengedit naskah tersebut serta membuat model dummy dari naskah yang akan dijadikan buku. Setelah itu penerbit
memberikan dummy kepada percetakan
untuk digandakan, lalu percetakan mencetak secara massal naskah yang sudah
dijadikan buku dan mengirim ke penerbit untuk di distribusikan.
Dalam prosedur kerja diatas dapat kita ketahui bahwa
sistem informasi sudah tertanam. Pengarang, penerbit dan percetakan adalah
orang atau SDM yang mengolah informasi berupa naskah dari pengarang,
spesifikasi dummy dari penerbit dan perwajahan dari percetakan menggunakan
teknologi informasi seperti komputer, compact
disk, dll. Dan tujuan akirnya adalah memproduksi buku atau produk
penerbitan lainnya.
KESIMPULAN
Dapat kita simpulkan dari artikel diatas, bahwa
perusahaan penerbitan sudah sangat banyak dan pesaingan juga semakin ketat.
Seperti contohnya penerbit GagasMedia yang ikut meramaikan, didunia penerbitan,
membuat suatu buku dengan target remaja sampai dengan dewasa muda. Selain itu
setiap penerbit juga menerapkan teori-teori penerbitan, yaitu: AUTHORITARIAN
Theory dan LIBERTARIAN Theory. Dan pula menerapkan teori percetakan, menjelaskan
tentang bagaimana cara mencetak, dan alat-alat apa saja yang harus ada dalam
proses mencetak.
Dan juga menerapkan teori-teori sistem informatika, yang
dikemukakan beberapa ahli seperti Robert G. Murdick, yang menyatakan bahwa
sistem dapatdijelaskandengansederhanasebagaiseperangkatelemen yang
digabungkansatudenganlainnyauntuksuatutujuanbersama. Beliau pula menyatakan
informasiterdiridari data yang telahdiambilkembali,
diolah, atausebaliknyadigunakanuntuktujuaninformatifataukesimpulan,
argumentasi, atausebagaidasaruntukperamalanataupengambilankeputusan.
SUMBER